Saturday, May 5, 2012
Saturday, April 28, 2012
Tips Menghadapi SNMPTN 2012
Tips Menghadapi SNMPTN Ketika kamu melakukan ujian, kamu sedang
mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi pelajaran, atau
dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Ujian memberikan dasar evaluasi
dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu. Ada beberapa kondisi
lingkungan, termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu
dalam melakukan ujian.
Berikut tips untuk membantumu dalam mengerjakan ujian SNMPTN 2012 :
1) Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti : pensil, pulpen,
jam (tangan), penghapus karet, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan
ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
2) Tenang dan percaya diri.
Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.
3) Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian.
Pastikan Kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya.
Pertahankan posisi duduk tegak.
snmptn 2012
UN- SNMPTN site:blog.umy.ac.id/themyfo
4) Preview soal-soal ujianmu dulu
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian
secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang
diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk
mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika Kamu
membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan
sebagai jawaban.
5) Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang Kamu ketahui, kemudian
dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang
seharusnya Kamu kerjakan adalah:
soal paling sulit, yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya,
memiliki nilai terkecil.
6) Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas
segera setelah Kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa
Kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan yang dirasa bisa.
7) Analisa hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian
selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan
strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah.
Fakta Membuktikan Bahwa banyak peserta SNMTPN yang GAGAL dalam ujian SNMPTN tiap tahunnya…
Mengungkap RAHASIA MENAKLUKAN SOAL-SOAL SNMPTN 2012 Dengan CARA
SEDERHANA Yang BELUM PERNAH ANDA PIKIRKAN Sebelumnya. Maka JAMINAN
KESUKSESAN SNMPTN 2012 Akan Anda Pegang Erat Di tangan Anda SENDIRI!!
Untuk lebih memantapkan anda menghadapi SNMPTN silakan kunjungi website
prediksi-snmptn.com, dapatkan prediksi soal SNMPTN dan Ebook rahasia
sukses SNMPTN yang tidak anda dapatkan di sekolah maupun lembaga belajar
maupun di toko buku kota anda.
Sunday, April 8, 2012
BBM Tak Jadi Naik, UKM Sudah Terkena Dampak
BBM Tak Jadi Naik, UKM Sudah Terkena Dampak
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang UMKM dan Koperasi, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan subsidi bahan bakar minyak salah sasaran. Untuk itu, dia menyarankan agar subsidi dialihkan pada b...idang yang lebih tepat sasaran.
"Subsidi ini salah sasaran, teman-teman yang di Usaha Kecil Menengah (UKM) sudah bilang, BBM boleh naik tapi harga sembako jangan naik," kata Sandiaga, ketika ditemui di Senayan, Jakarta, Minggu 8 April 2012.
Menurut dia, bagi para pengusaha kecil yang mengelola UKM, terpenting adalah kebutuhan dasar seperti bahan pokok, kesehatan dan pendidikan tidak terganggu. Dana subsidi yang mencapai lebih dari Rp200 triliun itu jika dialihkan dapat membuat pengusaha UKM bisa menikmati harga sembako yang lebih murah, pendidikan dan kesehatan gratis, serta pembangunan infrastruktur pun berjalan.
"Tapi kalau memang masih menjadi proses politis, akhirnya menyedot energi bangsa yang terlalu besar. Bangsa kita tak punya energi yang berlebih," kata pengusaha muda pemilik Saratoga Group ini.
Sementara itu, kata Sandiaga, ketika baru ada rencana pemerintah menaikkan harga BBM, harga kebutuhan pokok sudah naik terlebih dulu. Padahal, para pengusaha UKM itu tidak mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan pokok yang sudah terlanjur naik itu.
"BBM belum naik tapi mereka sudah merasakan dampaknya juga. Buat mereka sudah jatuh tertimpa tangga," tuturnya.
Kendati demikian, Sandiaga tidak sepakat jika harga BBM diserahkan murni kepada harga pasar. Menurutnya, ada mekanisme yang dapat ditempuh pemerintah untuk mengalihkan subsidi, bukan pada produknya tetapi pada manusianya.
"Kan banyak sekali kebocoran. Kalau kita lihat ada (mobil) Alphard mengisi premium kan ada rasa ketidakadilan, masa yang semestinya anggaran untuk pendidikan digunakan untuk mereka yang tak perlu di subsidi," ujarnya.
Namun, dia tidak bersedia menyebut bahwa dirinya sepakat untuk menaikkan harga BBM. Dia hanya menegaskan bahwa subsidi itu harus dialihkan ke subsidi manusianya, bukan produknya. "Apakah itu kombinasi pengurangan atau penghematan, itu kita serahkan ke pemerintah," kata dia.
BBM itu, lanjut Sandiaga, hanya merupakan 20 persen dari biaya operasional bagi pengusaha UKM. Sehingga, ketika BBM naik tidak akan berpengaruh signifikan bagi para pengusaha UKM. Sedangkan bagi para pengusaha kelas menengah ke atas, kenaikkan harga BBM tidak akan berpengaruh signifikan karena mereka sudah mengantisipasi sebelumnya.
"Kalau perusahaan menengah ke atas kan sudah mengikuti harga pasar, tak disubsidi lagi. Saya yakin ekonomi Indonesia sedang bagus, tak ada masalah," katanya. (eh)
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang UMKM dan Koperasi, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan subsidi bahan bakar minyak salah sasaran. Untuk itu, dia menyarankan agar subsidi dialihkan pada b...idang yang lebih tepat sasaran.
"Subsidi ini salah sasaran, teman-teman yang di Usaha Kecil Menengah (UKM) sudah bilang, BBM boleh naik tapi harga sembako jangan naik," kata Sandiaga, ketika ditemui di Senayan, Jakarta, Minggu 8 April 2012.
Menurut dia, bagi para pengusaha kecil yang mengelola UKM, terpenting adalah kebutuhan dasar seperti bahan pokok, kesehatan dan pendidikan tidak terganggu. Dana subsidi yang mencapai lebih dari Rp200 triliun itu jika dialihkan dapat membuat pengusaha UKM bisa menikmati harga sembako yang lebih murah, pendidikan dan kesehatan gratis, serta pembangunan infrastruktur pun berjalan.
"Tapi kalau memang masih menjadi proses politis, akhirnya menyedot energi bangsa yang terlalu besar. Bangsa kita tak punya energi yang berlebih," kata pengusaha muda pemilik Saratoga Group ini.
Sementara itu, kata Sandiaga, ketika baru ada rencana pemerintah menaikkan harga BBM, harga kebutuhan pokok sudah naik terlebih dulu. Padahal, para pengusaha UKM itu tidak mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan pokok yang sudah terlanjur naik itu.
"BBM belum naik tapi mereka sudah merasakan dampaknya juga. Buat mereka sudah jatuh tertimpa tangga," tuturnya.
Kendati demikian, Sandiaga tidak sepakat jika harga BBM diserahkan murni kepada harga pasar. Menurutnya, ada mekanisme yang dapat ditempuh pemerintah untuk mengalihkan subsidi, bukan pada produknya tetapi pada manusianya.
"Kan banyak sekali kebocoran. Kalau kita lihat ada (mobil) Alphard mengisi premium kan ada rasa ketidakadilan, masa yang semestinya anggaran untuk pendidikan digunakan untuk mereka yang tak perlu di subsidi," ujarnya.
Namun, dia tidak bersedia menyebut bahwa dirinya sepakat untuk menaikkan harga BBM. Dia hanya menegaskan bahwa subsidi itu harus dialihkan ke subsidi manusianya, bukan produknya. "Apakah itu kombinasi pengurangan atau penghematan, itu kita serahkan ke pemerintah," kata dia.
BBM itu, lanjut Sandiaga, hanya merupakan 20 persen dari biaya operasional bagi pengusaha UKM. Sehingga, ketika BBM naik tidak akan berpengaruh signifikan bagi para pengusaha UKM. Sedangkan bagi para pengusaha kelas menengah ke atas, kenaikkan harga BBM tidak akan berpengaruh signifikan karena mereka sudah mengantisipasi sebelumnya.
"Kalau perusahaan menengah ke atas kan sudah mengikuti harga pasar, tak disubsidi lagi. Saya yakin ekonomi Indonesia sedang bagus, tak ada masalah," katanya. (eh)
Subscribe to:
Comments (Atom)